
Welcome to the fifteen world! I was once told that the fifteen are the best years to make an account of precious memories of life, dreams and love–doing so in the most vibrant manner possible.
 : Khilma Kholida, 8 August, Directioner, Indonesian, Free, Happy .
+ follow |
Email |
tumblr |
twitter |
facebook
recent update :
|
Kisah di Balik Motif-Motif Baju
written on Sabtu, 22 Februari 2014 @ 03.15 ✈
Tidak hanya kisah fairy tale yang memiliki ending happily ever after, karena kami yakin si polkadot, kotak-kotak tartan, houndstooth hingga argyle masih tetap akan menjadi “it” pattern dari musim ke musim. Mari simak perjalanan motif ini dari dulu hingga sekarang, and you will be surprised kalau ternyata mereka sudah berumur “tua”.
1. Polkadot
Siapa yang tak kenal dengan motif bola-bola ini? Meskipun sudah dikenal sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, asal muasal motif ini masih menjadi misteri. Beberapa peristiwa pun sempat diperkirakan menjadi awal mula lahirnya polkadot, seperti musik dan tarian polka di Amerika yang dibawa oleh seorang imigran dari Eropa Timur, motif polkadot dari baju Minnie Mouse yang ikonik dan menjadi semakin populer berkat lagu 'Itsy Bitsy Teenie Weenie Yellow Polkadot Bikini'.
Polkadot menginjak masa kejayaannya pada tahun 1950-an di mana hampir semua perempuan mulai dari ibu rumah tangga sampai bintang film berpakaian dengan motif yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran ini. Di tahun 1970 para desainer mulai mengaplikasikan polkadot ke dalam model pakaian seperti jumpsuit, celana panjang dan juga midi skrit dress ala 70-an. Dan di tahun 1980, motif polkadot mulai melebarkan sayapnya ke dalam berbagai aksesori dan terus menerus menghiasi desain dari sejumlah fashion items hingga saat ini.
Now:
Selebriti yang jatuh cinta dengan motif ini antara lain sheer midi dress yang simpel seperti Alexa Chung, one shoulder jumpsuit dengan colorful polkadot seperti Rihanna. Heidi Klum pun tampak percaya diri mengenakan maxi bodycon dress dengan diameter polkadot yang lebih besar, sedangkan Jena Malone lebih memilih mengenakan blouse polkadot konservatif dengan black shorts dan stocking. Which one fits your style?
2. Tartan
Motif kotak-kotak ini merupakan warisan dari sejarah Skotlandia sejak abad ke 16, yang sudah menjadi identitas negara. Pada zaman itu, tartan tergolong item fashion yang mewah dan tidak sembarang orang bisa memakainya. In fact, ukuran garis vertikal dan horizontal serta warna yang berbeda-beda melambangkan status sosial si pemakai. Pada mulanya motif yang akrab dengan sebutan Highland Dress ini hanya dikenakan oleh kaum pria, terutama yang memiliki darah biru. Namun, sejak Ratu Victoria mengunjungi Skotlandia dan mengenakan tartan selama melakukan aktivitasnya di sana, tartan akhirnya mulai populer di kalangan perempuan dan menjadi inspirasi banyak desainer untuk koleksi mereka.
Jika mau dibandingkan pada saat abad ke 18, tartan yang mulanya hanya berjumlah 90 macam saja kini sudah berkembang menjadi ratusan hingga ribuan model tartan yang bisa kamu jumpai dengan berbagai macam warna dan model yang lebih up to date.
Now:
Beraksi dengan motif tartan? Lihat saja medium pencil skrit yang dikenakan Victoria Beckham dan celana panjang yang dipakai Kylie Minogue, item ini bisa kamu contek untuk pergi ke kantor. Atau mini tartan dress, kardigan dan tights hitam seperti Taylor swift cocok dikenakan untuk berpesta. Untuk acara yang lebih formal contoh gaya Emma Watson dengan mini tartan balloon dress.
3. Argyle
Kaus kaki dan sweater adalah dua item fashion yang identik dengan motif ini. Argyle adalah motif yang menyerupai bentuk berlian atau belah ketupat yang berlapis-lapis. Asal mula munculnya motif ini juga terbilang cukup misterius. Berdasarkan cerita, motif argyle ini lahir dari sekelompok pria yang hidup di wilayah barat Skotlandia bernama Argyll. Di sana, mereka menggunting kain tartan mereka untuk menjadi penutup kaki di mana pada akhirnya potongan-potongan tersebut membentuk sebuah motif argyle. Nah, dari sinilah kaus kaki dengan motif argyle tercipta untuk pertama kalinya.
Argyle merupakan salah satu motif yang sudah menjadi ciri khas dari salah satu brand kelas atas asal, Pringle of Scotland. Menurut rumor yang beredar, brand inilah yang menjadi pelopor sweater bermotif argyle di tahun 1920-an. Di Amerika sendiri, motif ini mulai menjadi tren fashion ketika dari pemilik lebel Brooks Brothers membawa pulang potongan kain bermotif argyle dan mulai memroduksinya sejak tahun 1949. Kepopuleran argyle pun semakin menanjak ketika para remaja dan orang dewasa memakainya untuk mendapatkan gaya ala preepy look.
Now:
Motif ini ternyata mampu mendorong para desainer ternama sebagai motif utama dalam koleksi mereka. Mulai dari argyle sweater yang klasik dari Christopher Kane – Spring 2011, outerwear argyle dengan paduan tartan dari Thom Browne - Fall 2011, argyle tops bergaya preepy maskulin dari Altuzarra - Fall 2011, sampai argyle bodycone yang feminin dengan sheer long sleeves dari Sonia Rykiel – Fall 2011. Mana favorit kamu?
4. Houndstooth
Sesuai dengan namanya, bentuk motif ini menyerupai gigi belakang anjing. Lagi-lagi motif ini juga berasal dari Skotlandia. Walaupun motif ini biasanya identik dengan warna hitam putih, perpaduan dua warna kontras lainnya juga dapat digunakan. Pada awalnya houndstooth terbuat dari tenunan wool, namun seiring dengan perkembangan zaman, motif ini mulai diproduksi dengan menggunakan aneka material.
Motif yang biasanya sering dijumpai dalam bentuk shift dress dan jaket ini sudah beberapa kali menjadi tren, khususnya di tahun 1930-an, 1970 dan awal tahun 2000. Pada tahun 1950-an, houndstooth menjadi motif yang paling populer dikalangan pria dan kembali memeriahkan runway pada tahun 2008 oleh koleksi Marc Jacobs dan tahun 2009 dengan koleksi dari Alexander McQueen. Bahkan saat ini kita juga dapat menjumpai houndstooth pada beberapa aksesori seperti sepatu, scarf dan clutch.
Now:
Yang menarik dari motif ini adalah kita tidak perlu menggunakan aksesori yang mencolok karena houndstooth benar-benar memberikan statement tersendiri dari siapa saja yang memakainya. Sebut saja Gwyneth Paltrow, Kim Kardashian dan Teresa Palmer. Ketiganya terlihat simpel dan elegan dengan motif houndstooth yang mereka kenakan. Atau mungking kamu berani tampil nyentrik seperti Lady Gaga dengan pakaian, topi, kaca mata serta clutch bermotif houndstooth?
sumber : facebook.com
~~~
|
Kisah di Balik Motif-Motif Baju
written on Sabtu, 22 Februari 2014 @ 03.15 ✈
Tidak hanya kisah fairy tale yang memiliki ending happily ever after, karena kami yakin si polkadot, kotak-kotak tartan, houndstooth hingga argyle masih tetap akan menjadi “it” pattern dari musim ke musim. Mari simak perjalanan motif ini dari dulu hingga sekarang, and you will be surprised kalau ternyata mereka sudah berumur “tua”.
1. Polkadot
Siapa yang tak kenal dengan motif bola-bola ini? Meskipun sudah dikenal sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, asal muasal motif ini masih menjadi misteri. Beberapa peristiwa pun sempat diperkirakan menjadi awal mula lahirnya polkadot, seperti musik dan tarian polka di Amerika yang dibawa oleh seorang imigran dari Eropa Timur, motif polkadot dari baju Minnie Mouse yang ikonik dan menjadi semakin populer berkat lagu 'Itsy Bitsy Teenie Weenie Yellow Polkadot Bikini'.
Polkadot menginjak masa kejayaannya pada tahun 1950-an di mana hampir semua perempuan mulai dari ibu rumah tangga sampai bintang film berpakaian dengan motif yang melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran ini. Di tahun 1970 para desainer mulai mengaplikasikan polkadot ke dalam model pakaian seperti jumpsuit, celana panjang dan juga midi skrit dress ala 70-an. Dan di tahun 1980, motif polkadot mulai melebarkan sayapnya ke dalam berbagai aksesori dan terus menerus menghiasi desain dari sejumlah fashion items hingga saat ini.
Now:
Selebriti yang jatuh cinta dengan motif ini antara lain sheer midi dress yang simpel seperti Alexa Chung, one shoulder jumpsuit dengan colorful polkadot seperti Rihanna. Heidi Klum pun tampak percaya diri mengenakan maxi bodycon dress dengan diameter polkadot yang lebih besar, sedangkan Jena Malone lebih memilih mengenakan blouse polkadot konservatif dengan black shorts dan stocking. Which one fits your style?
2. Tartan
Motif kotak-kotak ini merupakan warisan dari sejarah Skotlandia sejak abad ke 16, yang sudah menjadi identitas negara. Pada zaman itu, tartan tergolong item fashion yang mewah dan tidak sembarang orang bisa memakainya. In fact, ukuran garis vertikal dan horizontal serta warna yang berbeda-beda melambangkan status sosial si pemakai. Pada mulanya motif yang akrab dengan sebutan Highland Dress ini hanya dikenakan oleh kaum pria, terutama yang memiliki darah biru. Namun, sejak Ratu Victoria mengunjungi Skotlandia dan mengenakan tartan selama melakukan aktivitasnya di sana, tartan akhirnya mulai populer di kalangan perempuan dan menjadi inspirasi banyak desainer untuk koleksi mereka.
Jika mau dibandingkan pada saat abad ke 18, tartan yang mulanya hanya berjumlah 90 macam saja kini sudah berkembang menjadi ratusan hingga ribuan model tartan yang bisa kamu jumpai dengan berbagai macam warna dan model yang lebih up to date.
Now:
Beraksi dengan motif tartan? Lihat saja medium pencil skrit yang dikenakan Victoria Beckham dan celana panjang yang dipakai Kylie Minogue, item ini bisa kamu contek untuk pergi ke kantor. Atau mini tartan dress, kardigan dan tights hitam seperti Taylor swift cocok dikenakan untuk berpesta. Untuk acara yang lebih formal contoh gaya Emma Watson dengan mini tartan balloon dress.
3. Argyle
Kaus kaki dan sweater adalah dua item fashion yang identik dengan motif ini. Argyle adalah motif yang menyerupai bentuk berlian atau belah ketupat yang berlapis-lapis. Asal mula munculnya motif ini juga terbilang cukup misterius. Berdasarkan cerita, motif argyle ini lahir dari sekelompok pria yang hidup di wilayah barat Skotlandia bernama Argyll. Di sana, mereka menggunting kain tartan mereka untuk menjadi penutup kaki di mana pada akhirnya potongan-potongan tersebut membentuk sebuah motif argyle. Nah, dari sinilah kaus kaki dengan motif argyle tercipta untuk pertama kalinya.
Argyle merupakan salah satu motif yang sudah menjadi ciri khas dari salah satu brand kelas atas asal, Pringle of Scotland. Menurut rumor yang beredar, brand inilah yang menjadi pelopor sweater bermotif argyle di tahun 1920-an. Di Amerika sendiri, motif ini mulai menjadi tren fashion ketika dari pemilik lebel Brooks Brothers membawa pulang potongan kain bermotif argyle dan mulai memroduksinya sejak tahun 1949. Kepopuleran argyle pun semakin menanjak ketika para remaja dan orang dewasa memakainya untuk mendapatkan gaya ala preepy look.
Now:
Motif ini ternyata mampu mendorong para desainer ternama sebagai motif utama dalam koleksi mereka. Mulai dari argyle sweater yang klasik dari Christopher Kane – Spring 2011, outerwear argyle dengan paduan tartan dari Thom Browne - Fall 2011, argyle tops bergaya preepy maskulin dari Altuzarra - Fall 2011, sampai argyle bodycone yang feminin dengan sheer long sleeves dari Sonia Rykiel – Fall 2011. Mana favorit kamu?
4. Houndstooth
Sesuai dengan namanya, bentuk motif ini menyerupai gigi belakang anjing. Lagi-lagi motif ini juga berasal dari Skotlandia. Walaupun motif ini biasanya identik dengan warna hitam putih, perpaduan dua warna kontras lainnya juga dapat digunakan. Pada awalnya houndstooth terbuat dari tenunan wool, namun seiring dengan perkembangan zaman, motif ini mulai diproduksi dengan menggunakan aneka material.
Motif yang biasanya sering dijumpai dalam bentuk shift dress dan jaket ini sudah beberapa kali menjadi tren, khususnya di tahun 1930-an, 1970 dan awal tahun 2000. Pada tahun 1950-an, houndstooth menjadi motif yang paling populer dikalangan pria dan kembali memeriahkan runway pada tahun 2008 oleh koleksi Marc Jacobs dan tahun 2009 dengan koleksi dari Alexander McQueen. Bahkan saat ini kita juga dapat menjumpai houndstooth pada beberapa aksesori seperti sepatu, scarf dan clutch.
Now:
Yang menarik dari motif ini adalah kita tidak perlu menggunakan aksesori yang mencolok karena houndstooth benar-benar memberikan statement tersendiri dari siapa saja yang memakainya. Sebut saja Gwyneth Paltrow, Kim Kardashian dan Teresa Palmer. Ketiganya terlihat simpel dan elegan dengan motif houndstooth yang mereka kenakan. Atau mungking kamu berani tampil nyentrik seperti Lady Gaga dengan pakaian, topi, kaca mata serta clutch bermotif houndstooth?
sumber : facebook.com
~~~
|
we live under the same sky
“To put away aimlessness and weakness, and to begin to think with purpose, is to enter the ranks of those strong ones who only recognize failure as one of the pathways to attainment; who make all conditions serve them, and who think strongly, attempt fearlessly, and accomplish masterfully.”
- James Allen Quotes
Sometimes I wonder how people see me and what they think of me. It scares me a bit, honestly. I am sure though, that what they think of me,
what they think my life is, is a complete misperception. I have always tried to show myself as a carefree person, as someone who wont get bothered
because of public judgements. I am sure my friend and family think there is nothing going wrong in my life, that I do not worry enough, that
I am always happy. And I am sure they probably somewhat hate me for it because, lets admit it, there is nothing worse than seeing someone
who is life seems so perfect while yours is a complete mess. Truth is, I have become an expert at pretending. I think we are all experts
or at least we are getting there.
|
my sunshine
Here's the link to my sunshine. Just try to klik it, maybe you can find yours :)
|
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
|